Halo Jakarta!

Cerita ini udah lamaaaa banget ngedon di draft. Pengen cerita banyak hal, tapi seperti biasa, mandeg begitu mulai nulis. Hampir setiap hari dipelong, diedit, trus abis itu masuk draft lagi, heuheu.

Eniwei, ini adalah postingan pertama di tahun 2015 dari Jakarta (eh tangsel ding)!

—–

Kalo banyak emak- emak yang ogah banget tinggal di Jakarta gara- gara macetnya, si bunda malah sebaliknya. Waktu akhirnya si ayah memilih untuk ambil kerjaan di Jakarta, senengnya itu seginiiiiii *rentangkan tangan lebar- lebar*. Apalagi yang bikin lebih bahagia dibanding akhirnya bisa tinggal lebih dekat dengan keluarga, teman ( yes bisa sering kopdar), semua serba ada *salim ke mall*, daaaaan yang paling fenomenal adalaaaaah tinggal jauh lebih dekat dengan sentra kain *nari jingkrak- jingkrak* *halo mayestik, TA dan Cipadu!*! ¬†Jadi begitu akhirnya membawa koper dan officially begins our story as a Jakartaers,¬†the Adi Putras semangatnya langsung merokeeeeet….macet? Apa tuh? *sotoy *selftoyor (padahal kata si ayah: bunda ga kena macet soalnya kalau¬†pergi- pergi cuma sekitaran rumah ¬†doang siiiih–nyehehehehe)

So, how is Jakarta (dan sekitarnya?). So far, I love it-laaah! Lah wong semenjak pindah, urusannya cuma di sekitaran rumah doang, perginya pun pas happy hour, jadi jarang banget ngerasain macet #curang. Highlight of the months adalah sebagai berikut:

–¬†Cerita cari rumah

Hello again house hunting! seperti layaknya pencarian kontrakan untuk jadi tempat bernaung sebelum- sebelumnya, yang dilakukan pertama kali adalah tentukan budget dan lokasi. Nah berhubung Jakarta besarnya aje gile, strateginya kudu dibuat tingkat advance. Si bunda yang terkenal (sok) nyantai dan asik, sok- sokan pengen cari rumah yang lokasinya gampang kalau mau ke kantor si ayah ga pake macet, tinggal di lokasi yang deket banget dengan¬†fasum lengkap–jadi perginya ga jauh- jauh, ¬†plus gampang akses (baca: deket) kalau ke emeno. Denger mimpinya si bunda, langsung dah ditoyor ama si ayah,

” Lo pikir Jakarta besarnya seperti Karawang apaaah?”

Ya kale lokasi emeno ama kantor ayah deketūüėõ. Akhirnya si ayah mengalah, mending rumah mendekati emeno dan sekolah meisya nantiny. Kewarasan seorang istri slash si bunda sangat penting untuk menjaga keharmonisan rumah tanggaūüėõ. Ceuk si ayah, ¬†biarlah si¬†ayah yang berjuang pergi ke kantor. Cooo cwiiiit. Lokasi pencarian akhirnya dipusatkan di Jaksel antara jagakarsa, Pondok indah ( hihihihi, lokasi yang ini sih cuman numpang nulis doang gitu, biar keren aslinya sih mau nanya harga juga ga kepikiran), dan Bintaro ( errr ini udah masuk Tangsel yah?).Akhirnya bintaro dirasa paling ideal karena ada KRL yang bisa jadi alat transportasi si ayah, yang passs banget stasiun¬†buat turunnya deket kantor. Jadi perjuangan si ayah ga harus menggunakan darah dan air mata- laaah.. So marilah kita hunting rumah di tanah kekuasaan Airin ini.¬†Setelah survei ke lokasi yang diinginkan, ujung- ujungny kudu revisi budget dan mimpi karena harganya makjaaaang! Udah hampir mau mengubur mimpi tinggal di lokasi yang berdekatan dengan emeno, hingga akhirnya keajaiban pun tiba. Hamdallah atas jalan keluar yang Allah berikan kepada kami di akhir- akhir semangat yang mau memudar *sujud syukur*

Ga lama, ada ceceu Adenita, partner emeno-kuh yang ngabarin kalau temennya ada yang mau ngontrakin rumahnya karena si empunya mau sekolah ke LN. Eh pas pisan, ini rumah dekeeeet banget dengan rumah Adenita yang saat itu juga merangkap jadi showroom emeno, terus ndilalah emeno ngajak patungan karena bisa bikin showroom di rumah ini. Jadilah sekarang si bunda jadi tetangga bu Adenita, terus showroom emeno malah jadi di rumah! wiiih berasa banget lebih mudahnya untuk meeting dengan si partner, atau kerja ngurusin urusan produksi. sekali lagi,alhamdulillah!

-Pindahan

Jadiiii‚Ķpindahan yang ke- 5 dalam lima tahun ini menandai pindahan pertama antar kota kami. Pindahan antar kota dirasa membutuhkan skill dan strategi yang paling kompleks dibandingkan dulu waktu pindah antar negara atau dalam kota. waktu itu antar negara dikasih fasilitas jasa pindahan, jadi kami cuma jadi mandor doang. Pindahan dalam kota cuma ngandelin truk pick-up dan mobil sendiri yang santai aja bisa 5-6 balikan ga bikin kantong kering bayar mobil pickup pulang pergi . Nah beda cerita dengan pindahan antar kota ini. Barang- barang harus udah full masuk dus semua jadi bisa sekali aja¬†pindahan pakai truk besar sekaligus. Udah dari awal mutusin barang mana yang mau dibawa dan ditinggal (mode garsel on). ¬†Si ayah semakin expert dan handy dalam packing dan mobilisasi barang untuk persiapan pindahan. Meanwhile, ¬†si bunda yang dapet tugas milah- milah barang¬†mah gitu deui- gitu deui. Cuma bisa¬†menatap nanar barang- barang, tumpukan kardus, nutup mata, aja terus keluarin bendera putih. Yaaah tetep aja sih si bunda ngerjain dunia perpackingan ini juga. Tapi hasilnya itu lamaaaa banget berkembangnya. Kalau si ayah packing super cepat seperti kelinci, kalo si bunda siga kura- kura. Si kardus kebanyakan dipelongūüėõ.¬†¬†Si ayah mah udah pasrah- pasrah saja liat bininya kayak gitu. Secara, udah 4 kali pindahan, 4 kali pula si ayah jadi Hero of the Day. Ya abis, kalau bukan doi yang ngerjain, siapa lagi cobaaa?

3. Meisya masuk RS

Ga lama berselang setelah pindahan, Si neng memei icip- icip rumah pesakitannya- Tangsel. Total 5 hari nginep gara- gara kena ciuman maut nyamuk DBD. Pulang- pulang, si emak hepi anaknya udah sehat, si ayah cuman bisa senyum setress liat buku tabungan abis dirampok si RS *pukpuk ayah*

4. We’re expecting the 4th member of the Family!

Panjang ya bok subjudulnya. Intinya sih, si bunda dapet hadiah terbesar dari Allah, dikasih kado hamil! Hadiah pindah ke Jakarta ya nak :’). Neng Memei kegirangan pastinya. Begitu doi tau, hampir setiap ketemu orang pake woro- woro ” I’m¬†¬†going to be a big sister!”

5. Emeno

Setelah 3 tahun bertahan untuk menjalankan bisnis via telepon dengan Adenita dan para mimin2 emeno, akhirnya bisa juga rapat face- to-face setiap minggu! Urusan produksi pun jauh lebih lancar karena berdekatan dengan sentra kain. Kolaborasi dengan tim jauh lebih erat pastinya. Sebelumnya, Banyak kesempatan- kesempatan bagus yang tadinya harus rela dilepaskan begitu saja karena jarak ini. Sekarang, kami kejaaaaar!

 

Once again, HELLOOOOOO JAKARTAAAA…. *tabur confetti*

 

“Then which of your Lord’s blessings would you deny?”

 

 

One thought on “Halo Jakarta!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s