A letter for my sister

Izzatiii…..!!!!

wah, wah, wah, sori dori menyori baru bisa sekarang bales surat kamu yang ini

Wah, wah, wah, baru dua hari yang lalu teh nina balik dari jalan- jalan, mengambil kesempatan yang dikasih ma Allah buat melihat sisi lain dari dunia ini. Bersama si pacar aka your brother-in-law n si Bebey dalam perut tentunya, Teh Nina dibuat terpesona oleh keindahan negara Praha dan Wina!!

(Ayo, ayo, kalo lupa dua negara itu ada dibagian mana, segera buka atlas ya๐Ÿ˜‰ )

Teh Nina ‘cuman’ dapet kesempatan ngunjungin dua negara itu masing- masing satu hari aja. Walaupun gitu, it’s still great. And you know, the more I walked around in those cities, the more I thought these cities are just ‘belong’ to you ^^

Tau ga zat, Tahun 1992, Praha, Ibu kota dari negara Ceko Republik, dinobatkan sebagai salah satu UNESCO’s World Heritage Sites, karena banyaknya monumen- monumen bersejarah yang terkenal masih ‘tersimpan’ dengan baik di kota ini. Karena itulah, kota ini juga jadi salah satu dari tujuan pariwisata paling populer di Eropa. Bayangin aja, kalo kata Opa Wikipedia, taun 2009 kota ini nerima lebih dari 4,1 juta turis dari negara lain. Masih kata Opa Wiki, “In Prague, there are hundreds of concert halls, galleries, cinemas and music clubs in the city“. Dan itu bener bangeeet….karena kemana- mana teh Nina pergi, di setiap pojokan (kalau mau agak lebay) banyak banget tempat konser, teater, club musik, dan tempat2 lain yang juga berbau musik (Teh Nina sempet ngelewatin bar, trus ngeliat pelayannya berbaju gypsy gituh, dan banyak yang berdansa- dansa ala gypsy loh). Nah, gimana ini kota ga ‘kamu’ banget?

Temen teh Nina yang udah pernah ke Praha (dan Vienna) bilang, kalau bisa teh Nina harus dateng ke pertunjukkan musik atau balletnya. She said because it will be such (another) amazing experience. Makanya itu, waktu di Praha, sambil cuci mata liat pemandangan yang keren, mata ga lupa juga survei- survei tempat yang kemungkinan ada pertunjukan baletnya–whuih, kalo nemu pertunjukan seperti ย Swan lake, Giselle, Cinderella kayak yang kita suka baca di komik- komik Mari Chan dan Swan kan kayaknya ok tuh(Hihihihi, teh Nina prefer nonton balet aja soalnya I’m not really that music classic people–baca: bisi tidur๐Ÿ˜› ). Nemu pertunjukan balet Cinderella, sayangnya lagi ga nampil hari itu. Setelah keliling- keliling kota nyari tu pertunjukan sambil nikmatin pemandangan (Teh Nin naik Boat Tour loh๐Ÿ˜‰ ย ), Akhirnya waktu lagi nyari makan malem, ketemu juga yang paling pas buat ditonton menurut orang awam kayak Teh Nina dan Hendra.

Segreto: Gala Music & Dance

Judul pertunjukannya: Segreto Gala Music & Dance.

Tema dari pertunjukan ini adalah “Music and Dance on European Courts of XVII and XVIII Century”. So pasti, yang disuguhin adalah part- part dari zaman itu ciptaan komposer kayak Arcangello Corelli, Jean Baptiste Lully, Gottfried Finger, Andre Campra, Antonio Vivaldi, dan Wolfgang Amadeus Mozart (Honestly, yang teh Nina kenal cuman 2 nama terakhir, itu juga cuman tau namanya doang.kekekekeke). NAH, yang bikin teh Nina tertarik nonton ini adalah karena pertunjukkannya ga lama (sejam only), ada penyanyi (penyanyi opera pastinya )dan penari ( professional Baroque dancers), rundown acaranya selang-seling (musik insturmental, nyanyi, nari, dst), pake kostum pada zaman itu, dan kerennya…it was held in one of the most beautiful Prague Rococo Palace, built on the site of the oldest Gothic palace, dimana istana ini udah lamaaaaa banget ga digunain lagi ( yah, singkat kata, bagian dari istana yang dibangun taun 1730-1735 ini ga pernah digunain lagi kecuali buat pertunjukan ini. How cool is that?๐Ÿ˜€ )

langit2 ballroomnya (ps: sori ya ftonya ga simetris, dalam gelap soalnya.hehe)

Part of the Ballroom

Para pengisi acara

Hapunten nya neng, gambarnya pada blur, soalnya ga boleh ngambil foto pake cahaya, plus ruangan yang gelap beneeer. Kalo pembenaran yang dikasih ama yang punya acara, pada abad ke 18, mereka masih pake lilin. jadilah penerangannya pake lilin–dan cahaya bulan (bari cuman sedikit pisan tea lilinnya). Jadi aja ruangannya gelap, bikin susyeh ambil foto๐Ÿ˜ฆ

That’s for Prague. Another City was Vienna.

Tapi ntar aja ya ceritanya, disambung kalo ketemu di Indonesia. Udah kepanjangan nih…hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s