Ke Dokter Kandungan (lagi)

Heihooooo…tanggal 11 oktober kemaren, Time to meet my baby-to-be!

As usual, begitu masuk, berjabat tangan, duduk di kursi yang telah disediakan, Opa dokter bertanya,” Do you have any problem?”

And as usual juga, saya cukup lama mikir kalo ditanya begituan. Secara, kok nampaknya Alhamdulillah ga ada yang bermasalah ya?–yah, sebenernya masalah saya itu ketagihan coklat. Tapi yang ini ga harus diceritain ke Opa kan?

Jadilah instead of answering the question, saya malah cerita kemaren saya ngapain aja ama si Bebey–Dibawa jalan- jalan naik mobil, hiking di gunung, etc. Opa dokter senyum- senyum aja.kekeke*curcol kemana aja gini ya?

Aniwei, setelah ngobrol bentar, waktulah pemeriksaan yang sebenernya. Dan kali ini saya super-duper deg-degan. Kenapa lagi kalo bukan karena bakal ketemu Mbak Timbangan. Duheee…saya kebat kebit aja, kira-kira saya naik berapa kilo ya?secara, bulan lalu saya lagi seneng- senengnya makan cokelat.

Sebulan ini emang saya lagi doyan makan cokelat bernama Kinder. Coklat yang aslinny dari negara Jerman, yang dibungkus kecil- kecil dan imut, dengan rasa yang aduhaaaiii enaaaaakk!! Si pacar yang selalu jadi inspektur asupan makanan saya aja susah ngelarang karena bawaan saya setelah makan cokelat langsung 200 persen Happy! Belum lagi alasan yang saya gunakan: “ini mengandung kalsium loh….”–Si pacar cuman bisa bilang,”hati- hati dengan berat badan kamu” dan “kalau ada yang lebih baik, mending yang lain aja ya….”—yang’berhasil’ bikin nafsu makan cokelat saya ‘cuman’ 2-3 stick per hari.hehehe

Balik lagi ke cerita awal, mau ga mau saya harus ngadepin timbangan yang udah tersedia. Naikin kaki kanan,dilanjutkan kaki kiri…diam sebentar (tapi dalam hati berdoa makin keras :DD ) sambil ngeliatin Opa dokter yang ngegerakin si timbangan beras itu. Loh, loh, loh, kok pemberatnya dipindahin ke kanan terus ya? 54..lewat…55 hajar bleh…56 wooow…57 are you sure?…sampai ke 58, dan berhenti…OMG!. Opa ga bilang apa- apa dan langsung mencatat. Saya inisiatif nanya deh, “doctor, am I overweight?”…he replied,”No, no, you’re still normal. But I just wondering how could you gain 4 kgs only in 1 month?”…pertanyaan retoris saya asumsikan. Aih, coklat, is this the risk that I’m facing?–ya iyalaaaahh..anak kecil juga tau.

Ok, lanjut ke pemeriksaan USG. Saya diliatin semua bagian tubuh bebey yang makin lama makin besar. Berat badannya naik 2 kali lipat. Dari sekitar 350 gram, sekarang udah 700 gram aja. and…Bebey is a She! Aihhh..pantes aja saya manja bener ama ayahnya ya?Kalo mau tidur ga-boleh-ga, harus dipeluk. Malem- malem aja kalo saya kebangun dan ga ada tangan si pacar di pinggang saya, langsung deh saya bangunin pacar terus bilang, “peluk dooong…”kekekeke. Kesempatan dalam kesempitan nih😛

Ini dia foto USGnya. Jangan tanya saya ini bagian tubuh Bebey yang mana ya..honestly karena saya juga ga terlalu yakin. Ditanya Opa dokter mau diprint fotonya yang bagian mana, saya bingung sendiri. So I just said,” her face? Or any side which looks the best ”😀. Dan keluarlah foto ini. Keliatannya sih ini foto wajah dan perutnya (liat telinganya kaannn??). This picture was giften from Opa doctor to my husband who wasn’t there at that time–because he has to work.

Bebey 26 week-old

Can’t wait to see you, Bebey!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s