Potong Rambut untuk Photo Shoot

Tersebutlah disebuah pagi buta seorang istri yang berperan ganda sebagai pemilik salon-tak-bernama-dan-berijazah membuka lapaknya secara terburu- buru di depan meja makan. Dari spot tempat makan langsung berubah jadi spot tempat potong rambut. Kursi makan jadi ‘kursi’ panas, ditambah ‘aksen’ koran bekas di lantai supaya sampah rambut ntar bisa langsung dibuang. Pokoknya ni ruangan ga kalah keren ama salon- salon mamang2 barber dipinggir jalan (hahahaha…beraninya bandingin ama yang di pinggir jalan doang😛 )

‘Korban’ salon si istri di pagi buta itu tak lain dan tak bukan adalah si suami,yang kemarin malam dipaksa si istri untuk dipotong rambutnya pagi buta ini(hahahaha, si istri niat pisaaaaannn….)., karena si suami pada hari ini akan ada ‘photo shoot’ untuk materi pembuatan poster di kantornya, dimana si suami didaulat menjadi sang model.

Jam 6 pagi, acara potong-sana-potong-sini dimulai dengan hanya menggunakan insting yang ga-bisa-dipertanggungjawabkan. Untungnya, si suami ga rewel bin deg-deg-an bin was-was memikirkan apa yang kan terjadi dengan rambutnya, karena selain si suami lagi ngantuk- ngantuknya, si istri juga ga memberikan fasilitas cermin😄. Pokoknya tau beres😛 Akhirnya 30 menit selesai sudah acara potong memotong rambut. Untuk final-touch, ga lupa rambut si suami diblow dulu (yang ini juga bisa terjadi karena si istri maksa :P)

Before, pake kostum ala salon si istri (lihat kan ngantuknya suami kayak apa?)

After, udah lengkap pake kostum kerjanya

———

sorenya, ketika si suami sudah kembali pulang, si istri dengan begitu bersemangatnya bertanya tentang kegiatan photo-shoot hari itu..

si istri: “GImana bang, lancar tadi photo-shootnya?”

si suami: “Lancar- lancar aja neng…” (dengan lempengnya)

si istri: “Difotonya kayak gimana, jelas ga muka abangnya?Rambutnya oke ga?”

si suami: “lah wong ini photo shoot buat safety poster, jadi ya ga pake mejeng kali fotonya. Di-shoot-nya dari jauh. Kepala abang juga pake helm dan ga liat camera….” (masih lempeng juga)

si istri: “jadi rambut kerennya (yang ini mengklaim sendiri) ga keliatan?????”

si suami: (tanpa rasa bersalah) ” ngga…”

(si istri kemudian hanya bisa termangu,,,kerja keras gunting rambut dan ngeblownya di pagi hari tidak tampak sedikitpun pada layar kamera😦  )

5 thoughts on “Potong Rambut untuk Photo Shoot

  1. lenzkyh says:

    ahahahhahaha… jeng nina bodorrrrrr.. tak apalah, yg penting abis itu sang suami keliatan oke selalu di rumah😀

  2. Retno says:

    Salam kenal Jeng Nina.. pernah kenalan sih kayanya y, cuma mungkin lupa hehe..
    mantap banget nih, pengen belajar gimana caranya motongin rambut suami ^^

  3. Hahahaha….Ninaaa…..aku cekikikan sendiri baca postingmu ini, sampai di tanya Aisya “kenapa ummi ketawa terus?”
    Mas Tio jg pelanggan setia salon istrinya xixixx….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s