Film Pilihan Melepas Stres: Surrogates

hari ini, Rabu 07/04, saya dan Nadia Arfan pergi ke Ciwalk dengan niat buat melepaskan stres dengan menonton film. Sebagai orang-yang-mencintai-film-romantis-dan happy-ending, cukup kecewa juga liat film-film yang lagi diputar. Dari 6 opsi film yang ditawarkan, (Hachiko, Clash of the Titans, My Name is Khan, How To Train Your Dragon, Surrogates, dan Cinta 2 Hati), menurut kami ga ada film yang bisa menggugah rasa romantis dari dalam diri๐Ÿ˜› (film dengan pemeran utama Afghan justru udah dicoret dari daftar pertama kalinya :DD ). Bagaimanapun juga, ini dua orang butuh sekali nonton film. Jadilah, pilihan dijatuhkan pada film ‘Surrogates’ (pilihan berdasarkan saran petugas tiket yang belon pernah nonton tu film.parah banget.kekekeke)

Film yang dibintangi akang Bruce Willis ini memang baru muncul perdana di kota Bandung hari ini. jadi pantaslah si mba penjual tiket belum nonton. jadi saya dan teman cukup bangga bisa menonton duluan dari-minimal- mba penjual tiket itu. walaupun berdasarkan gosip yang si mba berikan, ini film bergenre ACTION! *oh no, we definitely hate this kind of movie, DANG!!!

(But hey, suddenly after we sat and start watched the movie, this movie wasn’t bad at all. it was good!)


Film ini bercerita tentang dunia masa depan, dimana pada masanya, untuk mengurangi issue dunia seperti rasisme, mengurangi kejahatan, dan keselamatan dari bahaya kecelakaan dan penyakit, semua orang di dunia memiliki sebuah robot pengganti (that’s why this film called ‘Surrogates’),dengan wajah dan tubuh ideal berdasarkan selera masing- masing, yang bertugas menggantikan semua aktivitas empunya (robot yang dikendalikan oleh otak manusia itu sendiri). Cara mengendalikannya cukup dengan tiduran di rumah saja. Masalah mulai muncul ketika terjadi pembunuhan terhadap robot pengganti yang mematikan juga manusia yang mengendalikannya. Agen FBI Greer (Bruce Willis) bersama Agen Peters (Radha Mitchell) ditugaskan untuk menemukan siapa yang melakukan pembunuhan (yang tentu saja pelacakan ini dilakukan oleh robotnya si Greer dan Peters) . Namun, karena satu dan lain hal, pada saat investigasi tengah berlangsung, akhirnya Greer harus melacak keberadaan pembunuh tanpa bantuan Robot Pengganti miliknya.

“How do you save humanity when the only thing that is real is you?”
–tagline from Surrogates Movie–</e

Saya bukan reviewer film yang baik. menurut saya, selama jalan ceritanya masuk akal, nyambung, ga banyak darah bertebaran dimana- mana, action-nya ga lebay (berlebihan), pulang ke rumah ga bawa pertanyaan tentang film yang ditonton, maka film akan digolongkan termasuk film yang bagus :)) (gampang sekaleeeeeeee…..)

jadi, kalau teman-teman lagi pusing, ingin melepas stres dengan menonton film, tapi ga mau nonton film Indonesia yang ga jelas (sorry, yang ini sih kenyataan), maka film ini layak ditonton kok. even for a romantic person like me (ga nyambung sebenernya)^^

–dan pulang- pulang, saya cukup puas bisa lepas sedikit dari stres๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s