Another Journey Begins

Masih kok teringat jelas di benak si bunda ketika tahun lalu menulis ini dan diawal tahun sempat menulis ini .

Dan tepat setahun kemudian (lebih dua bulan ding),di tahun 2014 ini, apa yang tertulis ternyata akan kejadian kembali…

KAMI AKAN PINDAH LAGIIII!!!

auoooouoooouooooooo…..

Hello Jakarta, be nice to us yaaa. Bantu kami menikmati kemacetanmuh, hawa panasmuh (etapi di Karawang pan lebih panas, jadi we’ll survive laaah), dan jalanan luasmuh.

Hello packing, please be nice to bunda yah. Kalau akuh stres, ntar kasian suami dan anakku loooh

Hello again, house hunting. Harga kontrakan jakarta itu sessssuuuattuuu yaaaah *pingsan liat harga*

But Hey, We’re looking forward for¬†a closer place with family, friends and Mall, better opportunity for ayah, bunda, and neng memei for sure. *jingkrak jingkrak*

 

*Lalu menatap nanar kardus dan barang- barang di rumah*

Mari menarik napas panjang kakaaaaa…..

 

Pencitraan Hancur Ketika…

Pencitraan seorang bunda hancur ketika…

-Jam sembilan pagi, si bunda lagi dalam keadaan tidur (ngantuk cyiin abis sahur).Terdengar samar telepon berbunyi dan ada suara imut berkata…

“bundanya lagi tiduuur….”

#mendadakcenghar

2.

Suatu hari, lagi silaturahmi ke rumah temen. Ada yang mendadak nyeletuk..

“Bunda, kenapa bunda pake baju ayah?”

#pengennyumputdibalikbatu

 

3.

di dalam toilet sebuah mall.

” Bunda, ada plung- plung bunda, ADAAAA…”

suara si neng alit berteriak menggelegar penuh semangat di atas toilet. Nak, ini wc naak…semua orang sedang serius #eh

*dampak dari ajaran ayah bunda-nya yang melakukan selebrasi ketika neng alit berhasil pupita ketika toilet training dulu masih membekas* #tutupmuka

sialnya…begitu giliran emaknya yang pake itu toilet, si neng melakukan hal yang sama…

“BUNDA, ADA BUNDAAAA….”

#apalahartipencitraan

Diet vs Mual

Alkisah sepasang suami istri kece Karawang ini lagi mau diet. Yang niat diet sebenernya si bunda, tapi kan ga asik ya suffering sendirian–menahan diri dari godaan makanan enak, jadi yu mari kita seret si ayah untuk ikut program ini juga.kekekekeke.

Dietnya sendiri lebih ditekankan untuk makan pagi hanya buah, jus, dan oats saja, plus mengganti cemilan- cemilan surgawi macam donat, indomie, dan gorengan, jadi cemilan penuh tantangan seperti buah dan kacang-kacangan. Si bunda sampe niat pisanlah mengurangi jajan diluar,mengurangi konsumsi minuman kemasan (berubung karawang kan panas banget ya, jadi seringnya ya mampir ke indom*ret demi minum yang dingin2), belain juga beli flaxseed, chiaseed, almond, apricot, blablabla demi mencapai berat badan ideal.

Hingga suatu hari, si bunda kudu minum obat dari dokter. Rasanya pait, dan after-taste-nya ga enak banget di mulut. Perut jadi kembung, dan Mual! Sialnya lagi, ini obat ga bisa digantiin ama obat lain. Haduh beneran deh merana banget. Sampai coba minum teh kemasan seger-dingin-manis¬†beberapa botol juga ¬†paitnya ga ilang- ilang. Cobain delivery hokben kaga ilang juga. Oh kali coba bikin indomie goreng rasa mual dan pait bakal ilang. Aaaaaghhh ga ilang jugaaaa….

Hemmm…mungkin makan gorengan bisa mengobati?

*calling ayah*

” Yaaah, pulang kerja bawa gorengan yaaa…ini bunda mual banget…mulut juga pait. Kali aja ilang kalau makan gorengaaaan….”

 

yaelah bunnn, sakit apa kelaperaaaan?

Pastinya, bye- bye hasil diet hanya dalam hitungan jam…

Perpanjang Paspor Online di Karawang

disclaimer: ini adalah blog emak rempong yang sukanya ngalor ngidul. Jadi ya wajar aja lebih banyak curhatan ngalor-ngidul-ga-penting di postingan ini dibandingkan isi. Yaaaa namanya juga emak- emak :P

tambahan lagi: tulisan ini dibuat di bulan maret. Tapi entah kenapa kagak selese- selese #soksibuk

 

PERPANJANG PASPOR ONLINE DI KARAWANG

Yang disiapkan (untuk daftar via web Imigrasi)

1. paspor lama ( karena akan ditanyakan no paspor)

2. KTP (akan ditanyakan no ktp, masa habis berlaku, dsb)
3. scan KTP, Kartu Keluarga, Akte lahir dalam format GREYSCALE, besar ukuran file 250-300KB, DAN JELAS (ga buram, blur, apalagi ketumpahan air yang bikin mukanya ga keliatan )
4. klik link ini, dan ikutin langkah- langkahnya. Tentuin tanggal kedatangan yang diinginkan.
5. Selesai mendaftar, nanti ada email konfirmasi dari KANIM, berisi dua lembar informasi berisi barcode: yang satu untuk bayar ke bank, yang satu lagi untuk diberikan ke KANIM di hari yang sudah kita pilih.
6. Bayar ke BNI (sampai saat ini cuma bisa bayar via teller, ga bisa via ATM atau e-banking). SIAPKAN CASH. Walaupun misalnya kita nasabah BNI, tapi tetep aja ga bisa bayar via transfer. Bayarnya total Rp. 260.000 (Rp 255.000 untuk paspor, RP. 5000 utk dana admin). Nanti akan dikasih bukti pembayaran yang harus kita bawa sebagai bukti ketika datang ke KANIM.

Yang harus disiapkan untuk datang ke KANIM:

1. Fotokopi ktp dalam kertas A4 ( jangan dipotong) dan yang asli
2. Fotokopi akte kelahiran dan yang asli. Kalau ga ada (kata web-nya) bisa diganti dengan ijazah/surat nikah (tapi kenyataan di lapangan, ketika si bunda masukin fotokopi akte lahir ini, tetap saja ditanya si ijazah. so better bring everything you have instead.)
3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan dokumen asli
4. Fotokopi paspor lama dan  bawa yang asli
5. Lembar pendaftaran online yang sudah diprint dari email
6. Bukti transfer BNI
7. Pulpen hitam (daripada pinjem yang KANIM, bikin lama)
8. Materai 2 buah ( untuk surat pernyataan di awal, dan kalau nanti mau ambil paspor lama)

prosedurnya:

ambil map kuning di meja customer service–> dapet no untuk antri cek berkas–>cek berkas–> dapet no antri foto–>foto–>wawancara–> ambil paspor baru (2 hari kerja)

catatan:

-untuk mendapatkan map kuning di Meja CS cukup memperlihatkan kelengkapan persyaratan kita. Setelah itu akan mendapatkan map kuning secara GRATIS.

-untuk pengambilan no antrian cek berkas dibuka dari jam 7.30 pagi-10.00 pagi. Setelah dari itu siap- siap saja orang di bagian CS-nya sudah menghilang :D

-datanglah sepagi mungkin supaya dapat no antrian kecil

-sebaiknya lakukan pembayaran sebelum hari H kedatangan ke Kanim, sehingga ga ripuh bulak- balik seperti saya :D

-Di Karawang, waktu pengalaman saya, antrian pendaftaran online dan manual TIDAK dibedakan. Jadi tetap harus datang pagi supaya dapat no kecil antrian cek berkas. Siap- siap juga dapat no besar untuk antrian foto. KELEBIHAN dari apply online di Karawang hanyalah kita bisa mendapatkan antri foto hari itu juga.

Paspor si bunda bakal habis berlaku akhir maret ini. Entah kenapa, maleeees banget buat perpanjang paspor. Mikirin antriannya, bulak baliknya, keluar uang ga jelasnya, deelel. Lebih males lagi waktu mikirin, kemana si bunda harus perpanjang paspor. Jakarta, Bandung, atau Karawang? Akhir januari kemarin sempet kepepet mau bikin paspor, trus kepikiran bela-belain buat ke Jakarta Barat, ngurus paspor yang sehari jadi itu loh. Tapi ga jadi karena banjir (padahal udah siap tempur berangkat dari Karawang jam 4 pagi dongdong. niat banget kan?). Sempet kepikiran Bandung juga. Tapi waktu ada temen cerita di Bandung ngantrinya garila, jadilah jiper sendiri. Maklumlah, si emak sekarang ga tahan banting kalo disuruh menunggu lama bareng anak piyik. Belum lagi bulak- balik ngurusin paspor kan lumayan makan waktu (dan ongkos pastinya). Jadilah opsi terakhir adalah apply di tanah rantauan ini. Kenapa juga lokasi paling deket dijadikan opsi terakhir? Maklum, si emak udah jiper duluan. Gara- garanya sebelum turun ke medan perang, coba liat pengalaman orang di internet, eh rata- rata berakhir tidak menyenangkan. Ya ada uang tambahan, prosedur ga sama dengan website imigrasi, dan printilan lainnya. Si bunda kan sensi banget ama yang beginian yaaaaaa…… ujung- ujungnya ya itu, sudah menyerah sebelum berjuang. Daya juang ala mahasiswa ternyata sudah menghilang seiring dengan bertambahnya umur dan kerutan di wajah. eh, mungkin kalau punya SK-2 yang anti-aging, semangat juangku kan kembali *mulai melantur*

Akhirnya, dengan semakin mefetnya tanggal kadaluarsa paspor, plus ada temen yang bilang kalo paspor udah hangus ngurusnya lebih lama dan susyeh, jadinya mau ga mau si bunda majulah ke medan perang. Kalau orang lain mungkin yang bakal disiapin pertama kali adalah file- file yang dibutuhkan untuk proses aplikasi, kalo bunda siapin mental dulu. Hihihihi. Maklumlah, emak mau maju ke medan perang, neng Memei kena batunya, kudu ikut- ikut perang juga. Padahal kan dia masih dibawah umur ya. Apalah nanti kata dunia kalau tau si emak bawa anak umur 3 taun berperang. Ga ditemenin ayahnya pula. Terus gimana? oke sip si bunda semakin jelas melantur.

Baiklah, Mental yang disiapkan pertama kali oleh si bunda adalah mental: ” I can do this by myself” dengan gaya alay ” Semangat kakaaaa…”; yang dipersiapkan berikutnya adalah mental dan persiapan ngantri lama bawa anak, mental dan persiapan kalo ditagih uang yang ga semestinya, dan mental plus strategi untuk bangun pagi cencunyaaaa…. Udah eneklah baca di blog- blog orang yang apply paspor: KALO MAU CEPET SELESAI, DATANGLAH SEPAGI MUNGKIN. Sepagi mungkin yang bahkan loket dibuka jam 9, orang orang udah ngantri dari jam 7 *itu kata blog orang loh* Nah ya, Kalo nungguin neng Memei BARU BANGUN jam 8, apa kabar antrian yaaa? yu mari kita pikirkan strategi terkece untuk membawa neng imut cantikku ini…….

Nah, diantara waktu mempersiapkan mental ini, dikasih info ama temen kalo sekarang bisa perpanjang paspor online.

Bedanya daftar online dengan daftar langsung (manual) di KANIM (Kantor Imigrasi, red) apa?

Bedanya hanya di ‘berapa kali’ kita harus datang ke kantor imigrasi. Kalo yang apply-nya manual harus 3x dateng (cek berkas, foto, dan ambil paspor), kalau daftar online cukup dua kali datang ( cek berkas DAN foto, ambil paspor)

Selain itu, (katanya) orang- orang di blog mereka, kalau daftar online, jalur antriannya bakal dibedain, dan selalu lebih pendek itu antrian karena jumlah pendaftar setiap harinya dibatasi.

Dengan berkaca kalau Karawang adalah sebuah daerah yang masih berkembang, ¬†yang penduduknya sepersekian persen penduduk Bandung, apalagi Jakarta, antrian tampaknya bisa diramalkan akan jauh lebih sedikit dari dua kota besar tersebut. Apalagi kalau apply online, kayaknya pada belum tau yang beginian deh. Kali aja cuma bunda satu- satunya yang ngantri gituh? *meng-under-estimate-kan penduduk karawang–ampun kaka**ngarep berlebihan* *mendadak semangat*

Tempting banget ya. Oke sip. si Bunda mau ambil jalur ini aja.

marilah kita masuk ke web imigrasi disini.

ETAPI KOK BUAT DAFTAR ONLINE SUSYEH BENER YAAAAA?

Cobaan buat emak kece Karawang kok gini banget ya. Baru juga mulai, cobaanya udah berat beneeerrr…entah karena otak udah sepet-mampet, atau emang si laman aja yang pengen ane banting-cakar-makan. Masa buat masuk ke web susah banget? tulisannya failed, failed, failed mulu. Begitu udah bisa masuk, eh giliran masuk- masukin data ¬†gagal muluuu? terus kalau gagal harus ulang dari awal lagi masukin nama-alamat-email-tanggal lahir–deelel. Begitu bagian yang ini lancar, di laman berikutnya mulai lagi cobaan mengasah jiwa.

Masukin data dalam bentuk softcopy-scan KTP, KK, dan Akte Kelahiran.

Dalam seminggu, ada jutaan kegagalan masukin ini data. Oke. Lebay detected. tapi beneeraaaan. Seminggu cobain apply online, dalam waktu seminggu itu si bunda gagal mulu masukin data. Ya dibilangnya “file incorrect”-lah, unknown file-lah, file too bigger-lah, endeblah endeblah. Makjaaaaaang, mengapaaaaa iniiii terjadiiii padakuuuuuuh…uuu…uuu.uuuu

Syukurlah, di suatu hari, si bunda ngahaja ngedon depan scan dan laptop. Entah darimana datang semangat untuk pantang menyerah. Dibilangnya file salah, ulang lagi nge-scan. Dibilangnya file ga kebaca, ulang lagi nge-scan. Dibilangnya file-nya kegedean, uprek- uprek di photoshop. Dimulai jam 6 pagi, diakhiri jam 12 siang, ketika akhirnya file ini berhasil dimasukkan semua sodaraaaa *keprok*Berarti butuh seperempat hari buat masuk- masukin tiga file ini. Tampak keberuntungan dan doa yang kencang mempengaruhi lancarnya proses ini.  Buktinya, ada temen yang nampak lancar jaya aja gituh daftar online cepet selesai sehari jadi.

Alhamdulillah, akhirnya sukses juga upload itu data- data yang dibutuhkan. Proses terakhir adalah memilih Kanim yang dituju dan tanggal kedatangan yang diinginkan. Saking udah semangatnya menghadapi perang ‘perpanjang paspor’ ini, ga pake mikir, langsung klik tanggal keesokan harinya, dengan jam yang paling pagi.

DONE.

Dikiranya semua udah stressed-free…eeee ternyata belon sodaraaaa…tapi ini sih pikiran ala emak- emak rempong aja: Malem-malemnya pusing mikirin mending ke Kanim dulu ambil no antrian-terus ke bank-terus balik lagi ke Kanim, atau ke bank BNI dulu buat bayar si paspor-baru ke Kanim? Jarak bank dan si kantor yang lumayan jauh jadi pertimbangan yang bikin si bunda menggalau.

Tsah, baru mikirin gini doang udah menggalau yak. Gimana kalo ngurusin negara. Pantes aja si bunda ga ada jalan terbuka sama sekali ke arah politik ya. Ntar baru disuruh milih mau pake baju apa buat kampanye, mikirnya ampe seminggu. terus ujung- ujungnya kampanye dibatalkan karena hari itu ga ada baju yang kece pan susyeh juga ya. OKESIP. TERLALU MELENCENG.

puter stir balik haluan.

Besoknya, Udah siap depan rumah jam tujuh pagi. Pake mandi dan bedakan dan (sok- sokan) eyeliner-an. Ini penting karena akan ada muka kita terpajang di paspor sampai 5 taun kedepan. Since bunda kalo ga mandi itu keliatan banget bedanya, jadi kudu wajib mandi dulu sebelum difoto :P. Eyeliner juga penting karena bunda tanpa kacamata atau softlens itu seperti sayur lodeh kehilangan sayurnya…eh garamnya. Jadi demi terciptanya penampilan kece untuk lima taun kedepan, please put your effort on your appearance :D (padahal mah begitu waktunya difoto, itu eyeliner udah kemanaaa…kerudung kece udah mencang mencong, plus muka minyakan. deuh)

Gimana kabar neng Memei? Neng memei marilah kita gotong saja ke mobil dalam keadaan bau asem. Dengan diangkatnya dia dari kasur,, menandakan dia terpaksa bangun dari tidur cantiknya. Kalo seperti ini, biasanya mood dia ga akan kece buat diajak mandi. Ga akan kece juga buat diajak rusuh-ngerjain ini itu kilat. Balik lagi, yang penting adalah appearance. sisir sana sini, gantiin baju. Berubung dia ga bakal jumpa fans di Karawang , jadi kita berdamai aja dengan bau asemnya ya :P. Yang paling penting pokoknya potty dulu biar meminimalisir tragedi. Baju ganti dan makan pagi siap dibekel.

Soooo….Kantor Imigrasi…kamiiii dataaaaang.

eh, belum ding.

Disinilah oon-nya si bunda keluar lagi. Udah gaya mantap seperti prajurit mau perang, eh si gw ga tau aja gitu lokasi kanim dmana.wakakakaka. si ayah juga lupa. ¬†Ngelesnya sih, ” Soalnya waktu itu ayah kesana pake sopir dari kantor, bunda…jadi kan tinggal tau nyampe aja” *.ngoook. Eh terus, abis ngeles gitu, sok2an ngasih ancer2–yg dipercaya maksimal ama bunda, dan ternyata salah aja dong.Pantes aja si bunda susurin dr ujung ke ujung jalan bypass ga ketemu aja. Pake melotot, dipelong, kucek- kucek mata, ya ga bakal ada-lah di lokasi yang dikasih tau si ayah. Ngok lagi. Untung ada mamang ojek yang baik pisan..yang kemudian mengembalikan bunda ke jalur yang benar.

Gara-gara nyasar, jadinya sampai kanim jam setengah 8. Udah siap2 dapat no antrian lama, eh ternyta masih kosong sodaraaaa.. antrian sendiri ditulisny dibuka dr jam srtengah 8. Tapi saat itu yang dipanggil buat masukin berkas udh no 4, dn si bunda dapet no 6 *yeh, nunggunya bentar*

Oh ya. Untuk dapat no antrian, kita diharuskan datang ke bagian customer service. Disana akan dicek berkas, lalu si petugas akan memberikan map kuning yang berisi formulir untuk diisi. Map kuningnya sendiri gratis.

Eh cuma yaaa…waktu itu si bunda masih harus bayar dulu ke bni…ga bisa lolos cek berkas kalau belum ada bukti pembayaran. Lah, antrianny kumehong?Untunglah berhubung masih sepi, masih pagi, dan ujan–jadi cuaca ga panas, jd si petugasnya masih waras semua. Melayani dengan senyuman.hohoho. *penting*

Menurut si petugas, si bunda pergi aja bayar ke bni. Ntar klo pas balik antriannya kelewat,datengin aja si counter, dn bilang kelewat. Diakhiri dengan kalimat.. “nanti saya bilangin temen saya juga ya bu…” tuh pan bageur pisan.

Kemudian cabcus si bunda cabs ke bank BNI, terus balik lagi ke KANIM. Nyampe sana bener aja dong, no antrian si gw udah kelewat. Terus menggunakan cara yang diajarin ama petugas kanim sebelumnya, dan bisa! Ga nunggu lama, si bunda pun dipanggil buat dicek berkas- berkasnya. udah selesai, dikasih petunjuk ama si petugas buat nge-scan barcode yang si bunda print dari email buat dapetin no urut foto. Scan cantik, eh terus dapet no 40! Sedangkan antrian foto baru dimulai no….12 saja kakaaa… *pingsan*. Suudzon dimulai. Si gw kan dateng pagi- pagi yak. Dapet no urut 8 utk cek data. Tapi kenapa antrian foto dapet no 40? SIAPA YANG NYALIP GW, SIAPAAAH?¬†Manyun mode on dimulai. Sambil manyun, nanya ke petugas lagi, kok dapetnya no segini, padahal udah antri dari pagi. Ternyata no antrian itu disatuin antara yang daftar manual dua hari sebelumnya, dan yang daftar online hari ini.Jadi yang dapet no 1 s.d no 30sekian itu adalah orang- orang yang antri manual hari seninnya. Kalau di blog- blog orang ( yang apply di jakarta atau Bandung) katanya no antrian yang daftar online dan manual dibedain, yang di Karawang berarti ngga. Ok sip. Mari manyun dulu karena harus antri lama.

 

Tabbie-nya bunda untungnya dibawa.Sukses jadi saviour of the day buat ngilangin bosen neng Memei. main- main lama, eh ternyata udah no 30an sekian. Antriny berarti sekitar 45 menit. Trus dipanggil lah angka 40. Masuk ke dalam ruangan, terus minta ijin dulu touch up¬†ngecek muka di cermin yang disedian deket situ. Pas si bunda ngaca, ujubuneeeng…langsung shock. bulet banget muka gueee…*emang kemana aja selama ini?* dicek lagi udah ga ada itu namanya bekas bedak dan eyeliner dan mandi di pagi hari. Kucel pisan. Langsung pasrah berhubung si cermin itu ada di ruangan foto–yang isinya bapak- bapak kabeh, jadi ga mungkin rubah model kerudung biar agak kurus dikit, atau bedak dikit- dua dikit.

Last thing I could to to ‘save’ this picture adalah dengan minta…” pak, kalau mau foto pake itung satu-dua-tiga ya…” .curiga dalam hati si bapak tukang jepret berkata kata, ” emang lo pikir ini studio foto neng?”

“1…2….3…” dan pose si bunda langsung pake acara senyum pepsodent. alias senyum dengan liatin gigi. Yang langsung diprotes ama si bapak. Ga boleh liatin gigi ceunah. Ah akuh sebaaal..itu kan senyum andalan kuh dalam setiap foto biar keliatan cantikan dikit¬†

Udah selesai foto, keluar dari ruangan yang langsung menuju tempat wawancara. Tempat wawancaranya asik gitu. Berbilik- bilik siga wartel. Tiap orang dipanggil ke tiap bilik, ditanya 3-5 menit. Nunggunya juga ga pake lama, pertanyaannya juga gampang. Waktu bunda dipanggil terus ditanya, ” Ibu dalam rangka apa bikin paspor? Buat umroh ya?” Belon sempet dijawab pertanyaannya sama si bunda, si bapak udah jawab sendiri. Tuh, gampang banget kan wawancaranya? hehehe. Si bunda sih langsung mengaminkan jawaban si bapak aja.

Selesai wawancara berarti selesai sudah seluruh rangkaian perpanjang paspor untuk hari ini. Step berikutnya tinggal ngambil si paspor dalam waktu 2 hari kerja (sore-nya)

 

Alhamdulillah ternyata momen perpanjang paspor si bunda di Karawang ga ada masalah. Selanjutnyaaa…yu mari kita hunting tiket pesawat promo #melonginkomputer

 

 

Salju dan Polar Bear

Suatu siang..

M: Bunda, Meisya mau liat salju dong.. *efek nonton Frozen*
B: Kita berdoa yu nak, supaya bisa punya kesempatan lagi tinggal di negara yang ada saljunya (dan ada IKEA-nya) ya…*ketauan banget ini doa maunya siapa :P*
M: Tinggal di tempat Polar Bear ya Bunda? Kan ada saljunya *excited*
B: Hyaaaah….jangan naaak…tempat yang itu ¬†sih terlalu dingiiiin
M: Kan tinggal pakai jaket Bunda *polos*
B: *berdoa* Ya Allah, kalau ada kesempatan bisa liat salju, plis boleh ga jangan di Kutub Utara?*nawar*

Istri Sensitif

Si bunda itu termasuk orang yang sangat sensitif perasaannya.

Kalau lagi nonton film drama, terutama yang sedih- sedih, pasti itu mah langsung cirambay.

Dulu sebelum nikah, kalau nonton ama si teteh suka diledekin.

Kalau nonton ama ibu, bisa tenang karena punya temen buat nangis bareng- bareng. Terus  ibu dan si sayah diledekin si teteh.

 

Udah nikah, husnudzon ama suami kalau doi ga bakal ngeledekin si sayah.

terus nontonlah kami film drama.

Terus saat mata ini menitikkan air mata, diem- diem melirik suami.

Dan tersebutlah seorang laki- laki, suami si sayah, yang ternyata lagi melirik istrinya…dalam bisu.

tapi matanya ngeledeeek!

Kamuuuu tegaaaa….! *lempar bantal*

 

sejak itu, dibuat perjanjian:
Kalau nonton film drama ama istrinya ga boleh ngeledek.

tertanda,

istri sensitif :P